Showing posts with label Suami. Show all posts
Showing posts with label Suami. Show all posts
Friday, 16 September 2016

Inilah Kisah Nyata Istri yang Rela Dimadu, Getir, Manis , Pahitnya pun Dirasakan

Kisah haru ini beberapa minggu ini beredar di masyarakat kita melalui jejaring sosial facebook. Kisah curahan hati seorang wanita yang dimadu suaminya. Namun, karena dirinya merasa sakit hati dengan madu suaminya, dia membalasnya dengan meminta suaminya untuk menikah kembali dengan seorang wanita pilihan darinya.


Namun ternyata, akhirnya dia menyesal dengan keputusan untuk membalas rasa sakitnya itu, karena di luar yang dibayangkannya, ternyata madu pertamanya tersebut memiliki hati yang sangat mulia.

Bagaimana kisah selengkapnya, ini dia kisahnya...

***

Sahabat saat ini aku berada ditanah suci mekkah,duakali sudah aku menginjakkan kaki ku ditanah suci ini.
namun yang kedua ini betapa lebih membuat aku sadar dari setiap akhlak kurang baik yang pernah aku torehkan dalam keluargaku tercinta,terlebih kepada dinda madu ku.

Layaknya sebagai perempuan normal, terkadang terbersit dalam hati rasa ketidaksukaan dan ketidaknyamanan ketika sang suami tercinta meminta untuk ta'addud,namun betapa aku juga mendamba menjadi istri yang sami'na wa atha'na kepada Allah , Rasulullah dan suami.
 BACA JUGA: Sungguh Terlalu, Inilah Kenapa Suami Selingkuh Meski Istri Sudah Cantik Sempurna
Jadi apakah ini suatu keterpaksaan sebab agama hingga aku mengizinkan suamiku menikah lagi dengan pilihan dia sendiri, aku tidak tahu. Wanita yang mau dinikahi suami ku adalah seorang gadis berusia 25 tahun, suamiku sendiri berusia 35 tahun dan aku,umurku 34 tahun.

Awal-awal suamiku kenal dengan gadis ini adalah dari jejaring facebook,suamiku merasa cocok dengan gadis ini,karena tidak ingin berlarut-larut dalam gelimang dosa yang terbalut dengan saling mengajak beramar ma'ruf maka dengan santun nya suamiku meminta izin aku untuk menikah dengan gadis ini.

Tidak sekalipun suamiku berbohong kepada ku karena prinsip dia " tidak patut seorang hamba berbohong sebab hanya akan mendatangkan kesia-siaan."

Berhari-hari aku belajar menata hati,menyiapkan perasaan dengan sebaik-baiknya untuk menerima permintaan suami ku yang sungguh meremukkan hati.

Namun sekali lagi aku benar-benar mencintai suamiku tidak mungkin aku membiarkan suamiku terus larut dalam rasa bersalahnya karena telah hendak mengakhiri kesalahan itu dengan jalan syar'i yaitu menikahi gadis itu.

Lihatlah suamiku betapa bijiksana nya memiliki pemikiran seperti ini,itu berarti suamiku adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab atas segala perbuatan yang Ia lakukan.

Dan akhirnya akupun mengizinkan suamiku menikahi gadis itu dengan penuh kesedihan yang menghujam uluh hati,.apakah aku tidak ikhlas? apakah aku tidak ridha dengan suami ku menikah lagi?

percuma bahas ini, toh aku tidak bisa membiarkan suamiku dalam kekalutan berkecimpung kemaksiatan.

Alhamdulillah ,,,istri yang dipilih suamiku ternyata dia adalah seorang wanita yang berakhlak baik.

Cara pakaian dia yang syar'i,cara tutur bicara dia yang sopan,sungguh benar-benar tidak salah suamiku memilih matsna. aku biasa memanggil dia dinda dan dia biasa memenggil aku yunda.

Betapa kami berdua sangat akrab layaknya kakak beradik,dia juga sungguh perhatian kepada ke dua anak ku,tapi astagfirullah syaitan apa dulu yang nyangkut dalah hatiku, tidak sedikitpun rasa suka itu terbersit dalam hatiku, kebaikan nya tak mampu mengalahkan rasa benci dan perih ku, hatiku berontak untuk memiliki madu.

Dua tahun pernikahan maduku dan suamiku belum juga dikaruniyai anak, sementara akupun juga tidak ada harapan lagi untuk mengandung.

Maka aku mencari cara bagaimana aku bisa membalas sakit hatiku ini. akhirnya ide itu muncul juga.
dalam sebuah majlis ta'lim dimana biasa aku kajian dengan suami dan maduku, ada seorang akhwat yang masih gadis namanya lirna.

Lirna ini sangat kagum sekali melihat keakraban kita bertiga,usia dia masih 20 tahun,dia juga tergolong dari keluarga yang kurang mampu, maka aku mendesak suamiku agar mau menikahi lirna ini.

aku berhujjah agar bisa membantu perekonomian keluarga dia. sebetulnya suamiku enggan untuk menikah lagi,dua sudah cukup baginya,tapi aku terus memaksa suami ku untuk menikahi lirna ini. Dari dulu suamiku tidak pernah menolak apa-apa yang aku minta,dan waktu itupun ketika aku meminta suami ku untuk menikahi lirna, dia juga mengabulkan meski aku harus menunggu beberapa bulan.

Betapa aku sangat yakin kalau dinda maduku akan juga merasakan sakit yang sama persis dengan yang aku alami semasa dulu ketika suamiku menikahi dia,inilah yang aku inginkan yaitu membalas sakitku.

Ideku berjalan dengan lancar,suami sudah mau mengabulkan permintaan ku, dan keluarga lirna juga setuju.

Aku meminta agar suami tidak memberitahukan perihal ini kepada maduku,aku sendiri yang akan memberitahunya,dengan beralasan agar aku dan maduku semakin akrab.

Ketika hari ijab qabul akan berlangsung aku melihat wajah maduku yang penuh dengan tanda tanya besar, aku juga melihat kebingungan yang menyelimuti dirinya, mungkin dia tidak berani tanya sama orang lain tentang berita yang sudah beredar dikampung kami,bahwa suami kami akan menikah lagi.
 BACA JUGA: Subhanallah Ya Allah Kau Tunjukan Kekuasaanmu ya Rob !!!! Video detik-detik Bayi Merangkak Keluar Sendiri dari Rahim Ibu Saat MelahirkaN,
Dengan perasaan gundah dia beranikan diri bertanya kepada ku, apakah benar suami kami akan menikah lagi, dan aku jawab ya. remuk sudah hati maduku ini,tanpa sebelumnya diberitahu,air mata itu telah menggenang dipelupuk matanya,mungkin dia merasa sangat terhina. dan ini yang ku inginkan, yaaa balas dendam ku telah terpenuhi.

"Barakallahuu lakumaa wabarah 'alaikuma wajama'aa bainakumaa fii khair, abi ,dek lirna semoga menjadi pernikahan yang sakinah mawaddah warahmah, Amin Ya Rabb," kata-kata ini yang muncul dari mulut maduku.
senyum dibibir nya menambah keindahan wajahnya,gemulai cara dia berjalan seperti tiada rasa benci, madu ku ridha dengan pernikahan suami.

seharusnya aku banyak berteladan pada maduku,tentang keikhlasan dan kesabaran.
tapi tidak, waktu itu, aku benar-benar benci dia,dan benci ini selalu aku tutupi.
Malam itu ketika acara resepsi pernikahan suamiku dengan dek lirnah selesai dan juga para tamu undangan sudah pulang.

Maduku dinda menghampiri aku,memberitahu bahwa bapak nya meninggal dunia, dengan lembut aku berkata.
" Dinda malam ini adalah malam bahagia Abi dengan madu kita dek lirnah, tegakah kita akan merusak malam yang indah ini bagi mereka, dinda sabar ya... tunggu sampai tiga hari,nanti kita sama-sama kasih tahu Abi, sabar ya,,semoga Allah meridhai segala amal perbuatan semasa hidup bapak . amin ya Rabb.

"hah betapa aku sangat bahagia,ketika melihat air mata menetes dari pelupuk mata maduku itu,aku tahu hatinya sangat pedih melihat suami yang nikah lagi tanpa pemberitahuan terlebih dulu,dan kini bapaknya meninggal dunia,sementara dia tidak bisa melihat jenazah nya. lengkap sudah kebahagiaan malam itu ,aku sangat puas menyakiti maduku,.

Namun...Ketawadhu'an dan kesabaran itu selalu bersama maduku dinda,diantara istri-istri suamiku hanya maduku dinda ini yang sibuk mengurus rumah tangga kami,seperti bersih-bersih rumah,nyuci baju,pokoknya sama persis dengan seorang pembantu, hanya saja dia tidak pandai memasak seperti aku dan maduku dek lirna.

Suamiku sepertinya juga tidak seperduli dulu sama dia,hmmmm betapa aku adalah wanita yang beruntung bisa mengambil simpati suamiku.

Mungkin jika aku sudah jadi dia,alangkah malang nasibku jadi istri kedua yang sudah tidak diperdulikan lagi sama suami,pastilah sangat kesepian,tidak ada anak yang menemani dalam kesendiriaan,namun sekali lagi dia adalah matsna yang shalihah,dia tidak mengukur kesepian itu sebab ketidak pedulian suami,kesendirian sebab tidak ada momongan,dia cukup bahagia bisa menjadi istri yang patuh sama suami ,membantu aku momong anak-anak ku dan ridha atas perlakuan suami,baginya sudah lebih dari cukup.

Aku tahu persis kesedihan itu menyemburat dibalik wajah maduku dinda,terlebih ketika dek lirna madu kita mengabarkan ada janin dalam kandungan nya, sebulan kemudian dalam rahimku pun ada janin juga, subhanallah aku hamil,,, alangkah bahagianya kami,aku dan madu ku dek lirna.Saat itu kami berempat kumpul dalam rumah ku.

Abi ingin mengajak dua istrinya untuk mengunjungi tanah suci mekkah,maka undian pun dilaksanakan,dengan melipat kertas yang di dalam sudah tertera nama kita bertiga, aku, maduku dinda,dan maduku dek lirna.

Ketiga lipatan kertas itu kami masukkan kedalam botol lalu kita kocok, dan mengeluarkan dua kertas dari dalam nya. kemudian kami buka lipatan kedua kertas itu,ada namaku dan nama maduku dinda.

"Aku nyidam,pingin ketanah suci ." ucap maduku dek lirna

"Kalau begitu dek lirna aja yang berangkat,biar aku yang dirumah ngurus anak-anak" jawab maduku dinda.

"dinda... kan yang keluar nama dinda?." bantahku.

"yunda,, gak apa-apa, kasian janin dek lirna.
semoga janin yunda dan dek lirna kelak nanti jadi anak shalih atau shalihah yang patuh kepada kedua orang tuanya dan agamanya ,, Aamiin Ya Rabb."

Aku masih ingat senyum itu terus mengembang diantara bibir maduku dinda,tulus nya kata-kata yang Ia ucapkan,menyejukkan jiwaku hingga rasa iba mulai menyergap relung hatiku.

Akhirnya Aku,Abi dan madu ku dek lirnah lah yang berangkat ketanah suci.

Di tanah suci wajah maduku dinda seperti hantu yang terus membuntutiku,selama ini aku menjadi madu yang terjahat bagi dirinya,aku tidak bisa menjadi penopang yang membuat dia nyaman ,selalu saja kusakiti hatinya,sungguh hatinya penuh dengan goresan-goresan luka yang menyayat,sekali lagi dia tidak pernah membalas ,dia hanya diam, diam dan diam.

Apalagi akhir-akhir ini suami juga jarang sekali memperhatikan maduku dinda.

Apakah dia protes dengan kelakuan kami? tidak sahabat! maduku adalah seorang wanita yang shalihah yang selalu membawa kemaslahatan bagi keluarga kami.

Maduku dinda, kurus badan nya tidak seperti aku dan maduku dek lirna,mungkin terlalu banyak melakukan pekerjaan rumah sementara dia rajin puasa sunnah.

Asal kalian tahu,nafkah yang di berikan suami itu separuh nya untuk aku dan maduku dek lirna, maduku dinda selalu bilang uang nya lebih dari cukup sebab kebutuhan tidak banyak,tidak ada anak,belum lagi dia juga dapat bayaran dari mengajar dimajlis ta'lim kami. aku dan maduku dek lirna bahagia menerima uang nafkah itu.

Waktu itu ketika kami pulang dari tanah suci, aku dapat kabar kalau ibu {maduku dinda} wafat.

Aku menyarankan agar dinda maduku mengabarkan hal ini pada suami{supaya kita bisa bareng-bareng ta'ziyah},namun dinda maduku tidak mau, dia bilang." Setiap yang bernyawa pasti akan mati.
hari ini adalah hari istimewa kalian bertiga, pasti kalian sangat bahagia,dan lagi pula kalian juga capek,tidak mungkin aku mengabarkan hari duka keluargaku dihari bahagia ini,cukup do'a yang akan menyertai perjalanan ibu ku ke alam keabadian." aku nangis mendengar jawaban dinda maduku yang sungguh tegar itu.

Saat itu ketika maduku dek lirna melahirkan disusul kemudian aku juga melahirkan, wahhh dinda maduku sangat sibuk sekali mondar-mandir kesana -kemari,memenuhi setiap kebutuhan kami,juga membersihkan apa-apa yang kotor dirumah kami,betapa capeknya aku membayangkan,belum lagi dia juga harus mengajar.

saat badan nya capek,keseimbangan badan pun juga menurun,maduku dinda di bentak oleh suami,karena menjatuhkan gelas kenang-kenangan dari sahabatnya, kata-kata kurang baik juga keluar dari mulut suami.

Dinda maduku langsung duduk bersimpuh dengan buliran-buliran air mata,kemudian maduku minta maaf lalu pergi mengajar ke majlis.

Malam itu udara begitu dingin, dan dimalam itu juga terakhir kalinya aku menatap wajah maduku yang sendu.

Maduku dinda datang kerumah sambil membawa seplastik bungkusan lemmet, enak sekali.

Wajahnya seperti bercahaya ,lain dari hari-hari biasa,malam itu maduku dinda juga terlihat cantik,meski tanpa make up.

Dengan kata-kata yang selalu terdengar santun dia bertanya." Yunda, apakah aku pernah membuat hati yunda sedih? ," tersentak kaget aku dengan pertanyaan dinda maduku itu,lalu dia terus melanjutkan kata-katanya."

Wanita yang tercipta sebagai pelengkap dan pelipur lara bagi seorang laki-laki,entah selama aku jadi istri Abi,apakah aku sudah melayani dia dengan sebaik dari pelayanan yang paling baik, aku tidak pernah tahu,karena Abi tidak pernah menegurku belakangan ini, yunda ,,sampaikan maafku kepada Abi jika nanti beliau pulang,dan aku juga minta maaf kepada yunda jika ada salah kata dan tingkah laku yang tidak berkenan dihati yunda,sampaikan maafku kepada dek lirna juga,sekarang aku pulang dulu yunda terimakasih banyak atas semuanya, assalamu'alaikum...,"

Esok hari nya hingga matahari di ujung kepala, dinda maduku tak kunjung kerumahku,biasa nya pagi-pagi sekali dia datang kerumah membantu aku melayani anak-anak dan bersih-bersih rumah.

Aku menyuruh suami untuk datang kerumah maduku dinda,dan ketika suami telah disana ,suami mendapati maduku dinda dalam sujud berbalut mukena telah meninggal dunia. Suami pingsan taksadarkan diri terlebih setelah menemukan buku diari milik dinda, maduku....

Bismillah.....

Inilah aku dan kehidupanku, aku tahu dunia hanya singgahan sementara dan alam yang kekal abadi tengah menunggu, inilah aku dan kehidupanku,setiap taqdir yang tergores tidak luput dari hikmah didalamnya,
 BACA JUGA: Penemuan Terbesar! Hari Kemerdekaan Indonesia Telah Tertulis Dalam Al-Quran!
Aku perempuan lemah dengan segala kekurangan mengharap suatu keberkahan yang bisa membuat rumah tangga kami dalam limpahan rahmat MU ya Rabb. mungkin aku masih belum pantas dikarunia seorang anak, ini taqdir yang mesti aku jalani, walau terkadang hati menangis ,merintih mendamba seorang anak yang bisa menjadi kebanggaan orang tua,

Inilah aku dan kehidupanku, aku perempuan lemah yang setiap yang ada didiri dan jiwaku adalah atas kendali MU, lalu apakah aku salah jika Aku tidak bisa menumbuhkan janin dalam rahimku?

Aku tidak punya kekuatan untuk melakukan itu,aku tidak punya apa-apa,aku bukan apa-apa dan aku perempuan yang papa, tanpa rahmat MU ya Rabb, tidak mungkin aku bisa bertahan sampai detik ini, betapa aku sangat bersyukur setiap kebahgian yang datang dalam keluarga kami, ENGKAU obati rasa rindu memiliki anak dengan hadirnya bayi-bayi mungil dari rahim maduku.

Sungguh ENGKAU maha tahu,Engkau tidak memberi apa yang kami minta,namun ENGKAU memberi apa yang kami butuhkan, Rabb ampuni aku saudari-saudari ku terlebih suamiku yang aku cintai, dia tidak bermaksud begitu,dia tidak sengaja tidak memperdulikan aku,
Engkau MAHA tahu ya Rabb.

Setelah ini aku berharap semoga suamiku labih baiklagi terhadap saudari-saudariku. pasti suamiku sangat bahagia memiliki madu-madu seperti mereka yang mampu memberikan apa yang dia minta, sekali lagi inilah taqdir MU ya Rabb, aku lebih bahagia disisi MU bertemu kekasi-kekasih MU,semoga suami ku Ridha dengan kepergian ku, Aamiin Ya Rabb.....

Dinda.....
Masih banyak lagi tulisan-tulisan dalam diari maduku namun suami tak mampu lagi membaca tiap lembar-lembar isinya,suami ,aku dan maduku dek lirnah sangat merasa bersalah telah memperlakukan maduku dinda tidak adil, sungguh rasa bersalah itu mengiringi hari-hari kami,tapi kami ridha dan Semoga Allah subhanahu wata'ala,memberi kelapangan kepada kami semua,dan mengampuni dosa-dosa kami,semoga kami bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi ,, Aamiin...

Sumber: Merdekasiana.com

Sungguh Terlalu, Inilah Kenapa Suami Selingkuh Meski Istri Sudah Cantik Sempurna

Apa yang membuat suami tidak ingin selingkuh dan setia? Istri yang cantik, setia dan pintar memuaskan suami di ranjang bukan jaminan. Beberapa hal bisa membuat seorang pria selingkuh.


 Zoya Amirin, psikolog $eksual, mengatakan bahwa pria yang seperti itu berarti sifat sepermanya agresif dan tidak bisa monogami. Dalam sebuah hubungan, laki-laki tersebut cenderung selingkuh.

Lalu, apa yang membuat laki-laki tetap mendua meskipun  memiliki istri yang sempurna?
Zoya menjawab bahwa ada banyak faktor yang membuat seorang lelaki berselingkuh. Misalnya tidak bisa mengkomunikasikan apa yang menjadi kebutuhannya. Misalnya, ingin mendapatkan perhatian dari istri tetapi tidak bisa meminta.
BACA JUGA: Apakah Masih Ingat Dengan Haji Nasir Yang Nikahi Cewek ABG 18 Tahun, Kini Istrinya Minta Cerai. Ternyata ini Alasannya
“Seharusnya, lelaki mengatakan apa yang menjadi keinginannya. Jika ingin disayang, dikecup, dipeluk ya ungkapkan. Banyak laki-laki yang ingin mendapatkan cinta dalam bentuk tertentu, tapi dia tidak meminta,” kata Zoya dalam Sexpedia.

Di Indoensia sendiri, perempuan cenderung memposisikan dirinya sebagai ibu daripada istri.

“Beberapa perempuan memperlakukan suaminya seperti anak kecil misalnya ketika mengepak pakaian. Perlakukan suami seperti orang dewasa. Tanyakan padanya apa yang bisa dibantu atau dia bisa mengerjakan sendiri,” kata Zoya.

“Selain itu, panggil pasangan Anda dengan nama sendiri atau sebutan lain yang bukan peran bapak atau ibu,” imbuhnya.

“Anda pasti tahu kalau anak laki-laki yang beranjak remaja biasanya memisahkan diri dari ibunya karena malu misalnya dicium di depan umum. Apalagi laki-laki dewasa, lakukan suami sebagai orang dewasa jika tidak mau dia selingkuh,” ujarnya.

Sumber: Merdekasiana.com/
Sunday, 14 August 2016

VIDEO: Istri Pergoki Suami Simpan Wanita B*g1l di Kamarnya

Kesal dengan suami yang suka selingkuh, seorang wanita di Pattaya, Thailand, membuat video untuk membuktikan perbuatan suaminya itu.

Video itu tersebar di media sosial dan kini menjadi viral di Thailand.

Sebagaimana dilansir media Thailand, Pattaya One, wanita itu datang ke apartemen, mengetuk pintu, lalu ditemui sang suami di luar.


Suaminya itu nampak ketakutan, dan hanya bisa pasrah ketika istrinya itu masuk.

Benar saja, di dalam, ia melihat seorang wanita muda tengah b*g1l, hanya memakai selimut berwarna hijau.

Wanita itu menjerit histeris sambil menangis,

Sementara, sang suami, juga mulai menangis.

"Dia disini tidak bersamaku, ini semua hanya salah paham," katanya membela diri.
Pria itu kemudian dengan teganya mengusir si wanita pergi, hanya dengan memakai selimut.

Tapi kemudian sang istri megambil selimut tersebut, sehingga wanita tersebut di luar dengan t3l4nj4ng bulat.

Setelah itu, pria tadi melemparkan barang-barang selingkuhanya, mulai sepatu, tas, dan pakaian dalam.

Si wanita selingkuhan kemudian mengeluhkan tindakan mereka yang kejam.

Menurut Pattaya One, ia berkata bahwa ia tak tahu bila pria yang dipacarinya itu punya istri.

"Kalian tak semestinya memperlakukanku seperti ini," teriaknya.

Kemudian, si istri tua memakinya sebagai wanita jalang, dan melemparkan pakaian dan smartphone wanita itu.

Ia lalu bertanya : "Berapa suamiku membayarmu?,"

Si wanita itu menjawab dengan lantang : "Tak sepersen pun!,"

Ia pun memakai pakaianya, sambil menunggu lift datang.

Belum jelas apakah si istri tua akhirnya menceraikan suaminya.
Tapi, ia menyebaran video ini ke media sosial, dan langsung menjadi viral.

Video ini dibagikan sebanyak 80.000 kali dan netizen membanjiri video ini dengan komentar.

Si wanita muda kemudian ke kepolisian, untuk melapor karena video yang mempermalukannya beredar.

Namun, si istri tua mengaku tak menyebarkannya, dan ia tak tahu bagaimana bisa video ini tersebar.

Lihat videonya :




Sumber: Surya
Sunday, 22 May 2016
Perlu Anda Ketahui, Ternyata Mencium Bau Ketiak Suami Bisa Bikin Istri Awet Muda?

Perlu Anda Ketahui, Ternyata Mencium Bau Ketiak Suami Bisa Bikin Istri Awet Muda?

Galery Informasi - Apa yang terbayang dipikiran anda saat mendengar kata ketiak? Yang pasti bau tubuh bukan? Nah, buat kalian beberapa cewek-cewek, perlu memerhatikan satu penelitian dari Segi Biologi Manusia di Universitas Pensylvania. Penelitian yang dilakukan disana jika keringat cowok untuk kaum hawa dapat turunkan stres, membantu relaksasi, serta mengatur daur haid. Hebat bukan?

Bagaimana hal sejenis ini dapat berjalan? Mari kita ikuti laporan " Jurnal Biology of Reproduction America " belum lama ini bahwa ekstrak ketiak dari lelaki tidak ada memakai deodoran yang memang punya niat di peras lalu digunakan sebagai bahan penguji jika hidung wanita dapat digoda bau badan lawan macamnya.


Dalam percobaan itu, parfum alami ini lantas dioles-oleskan ke atas bibir sebagian puluh wanita berusia 25-45 th. Tentu tanpa ada memberitahu jika itu bibit keringat lelaki, serta cuma diterangkan apabila tengah menguji satu aroma parfum. Enam jam pertama lalu, taraf mood wanita yang diolesi parfum yang terbuat dan bibit keringat lelaki itu lalu diukur.


Selanjutnya sungguh unik. Terkecuali dapat membuat cerah mood, parfum ketiak lelaki sebenarnya bisa pula bikin wanita jadi kurang tegang. Kian lebih itu, bukan hanya mood yang disenggol sang wangi-wangian yang terbuat dari sisi badan golongan macho yang paling anget itu.


Selanjutnya lagi, sekarang ini dapat dibuktikan juga jika hormon reproduksi wanita grup LH (Lutetnizing Hormone) turut terpicu juga. Wajarnya hormon LH mencetuskan terjadinya ovulasi atau keluarnya sel telur masak dari indung telur. Sekian wanita menghidu (mencium) bau khas ketiak lelaki, hormon LH-nya selekasnya membanjir dalam darah. Diduga bau keringat lelaki memiliki kandungan bahan yang mencetuskan keluarnya telur.

Komunikasi Kimiawi

Mari kita saksikan bagaimanakah unsur kimiawi bau menjalin komunikasi melalui pheromone. Melalui langkah kimiawi, menilik rutinitas hewan, hewan dapat keduanya sama berkomunikasi s*ks, yang cuma dikenali oleh sejenisnya yg tidak sama kelamin, ini sejenis dorongan alamiah, tetapi tidaklah bermakna tak ada penjelasan rasional tentangnya.

Sesungguhnya, anjing serta kucing berkomunikasi melalui urine. Manusia? Telah lama dicatat jika bau badan manusia menghasilkan pheromone juga, tetapi lama tak digunakan lagi. Kenapa?

Persoalan bebauan badan, Robert Burton sangat komplit menghimpun dalam bukunya, " The Language of Smell ". Diterangkan di situ jika hidung manusia dapat membedakan beberapa ratus, bahkan juga beberapa ribu type bebauan, termasuk juga yang menggiringnya untuk jadi greng, baik pada pria ataupun wanita.

Teknologi bau-bauan

Tehnologi pembuatan parfum buat jadi hidung manusia tumpul untuk tahu exaltolide pada bau badan lelaki serta tidak tajam lagi membaui copulin pada wanita. Sebenarnya aroma purba itu tetap masih ada hingga sekarang ini.

Tehnologi aroma dunia telah lama mencari aroma spesifik yang dahulu pernah terungkap dapat mengubah hormon lelaki ataupun wanita. Lantas di ketahui satu zat khusus melalui langkah ikuti aroma bau badan khas lelaki. Zat itu berjenis aroma musky, yang sama bau kesturi.

Itu jadi sekarang ini kita dapat dengan mudah tetapkan sangatlah banyak parfum dengan aroma kesturi untuk maksud memikat wanita (musky oil). Untuk produksi massal, bahan ini di ambil dari tanaman angelica yang diesktrak akarnya, sama dengan juga zat civetone serta muscone. Sebagian minyak wangi beraroma kesturi terbuat dari urine babi serta juga dikenal sebagai Boar taint.

Satu diantara kenyataan menarik sehubungan informasi diatas yaitu, sebenarnya hidung wanita lebih peka pada hadirnya pheromonone, aroma exaltolide di keringat lelaki, terutama waktu mendekati ovulasi. Tetapi, jadi tak peka waktu tengah hamil. Dari temuan itu lalu di kembangkan penelitian siapa tahu bau ketiak lelaki dapat digunakan sebagai obat untuk therapy kemandulan, umpamanya, kecuali di buat parfum, serta untuk pekerjaan mengendurkan kemelut wanita yang sering stres.

Sebagian hal-hal lain, mungkin saja saja saja bau kecut ketiak lelaki dapatkah jadi obat untuk wanita yang tengah alami persoalan menjelang hari haidnya (premenstual syndrome), persoalan yang buat jadi gemari mengutil, mudah celaka (accident prones), uring-uringan tidak ada lantaran, atau mudah tersinggung. 

Jangan sampai Nekat Tak Mandi, Apabila Cuma Ingin S*ksi, Ini Mencari Karena Namanya!

Sempatkah Anda bertemu seorang serta selekasnya rasakan daya kimiawi khusus di antara Anda berdua? Bila pernah, pheromone tentu sebagai penyebab. Lewat cara alamiah, pemikat kimiawi ini selalu dipakai binatang untuk keduanya sama bertemu serta berpasangan.

Lalu, apakah hal yang sama juga berlaku untuk kita? Sampai kini sebagian ilmuwan belum sepenuhnya tahu perihal tindakan dan reaksi kimiawi s*ksual. Tetapi, ada fakta yang tunjukkan bahwa pheromone ikut bermain dalam system s*ksual itu. Periset dapatkan, dalam sistem s*ksual, bau badan cukup paling utama, hingga ada organ khusus, yakni vomeronasal di hidung, yang bertugas memciumnya.

Pheromone sendiri tersembunyi dalam kelenjar apocrine, ada dibawah ketiak serta ditempat seputar ke*lam*in. Efek pheromone itu menghilang karena orang mandi keseharian faedah singkirkan bau tidak enak lain yang juga dihasilkan oleh kelenjar apocrine. Tetapi, untuk tingkatkan bau alamiah yang itu, jangan sampai terlampau meyakini diri untuk tidak mandi.

Karena, pada bau yang kuat serta tidak enak menyengat yang -sama-sama dikeluarkan kelenjar aprocine itu ada garis perbedaan yang tentu. Sedikitnya, bau s*ksi harus diketahui oleh hidung yang cocok untuk jadi daya pikat, dan bau tidak enak menyengat, yang tentu akan mengganggu sebagian orang.

Sumber: http://www.cerminan.com/berita/tahukah-anda-ternyata-cium-bau-ketiak-suami-bisa-bikin-istri-awet-muda.html

Friday, 20 May 2016

Istri Wajib Baca: Inilah Jawaban Cerdas Seorang Istri Saat Suaminya Minta Poligami

Sebagian pria muslim ingin melakukan poligami dengan alasan mengikuti sunnah Nabi. Sering kali sang istri tidak siap mendengar keinginan tersebut, apalagi jika yang akan menjadi madu jauh lebih muda dan lebih cantik darinya.

Ini kisah yang dialami oleh Ustadz Bangun Samudra. Ia pernah mencoba apakah istrinya membolehkannya melakukan poligami.

“Jeng, kalau Mas menikah lagi boleh?” tanyanya kepada Istri.
“Ndak boleh”
“Lho kenapa?” Lalu Ustadz Bangun Samudra pun membukakan Al Qur’an. Mantan pastor itu membukakan surat An Nisa’ yang di dalamnya ada ayat



وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً


”Dan jika engkau takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (apabila engkau menikahinya), maka nikahilah perempuan-perempuan (lain) yang engkau sukai: dua, tiga atau empat. Kemudian jika engkau takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja” (QS. An Nisa’ : 3)


BACA JUGA: Kisah Nyata, Seorang Hafidz Quran Yang Di Ajak Berzina Gadis Cantik Jelita


“Kalau engkau melarang poligami berarti melanggar firman Allah”
“Lalu Mas menikah untuk apa?”
“Sunnah Rasul. Ibadah”
“Mas, kalau Mas memang betul-betul menjalankan sunnah Rasul dan betul-betul untuk ibadah Mas, tak siapkan dua istri”
Ustadz Bangun Samudra sangat kaget dengan jawaban ini. “Kapan ta’aruf?” tanyanya tidak sabar.
“Nanti sore siap” Jawaban ini lebih mengagetkan lagi. Maka sorenya, ia pun berdandan rapi.

Sore harinya, sang istri menepati janji. Ia mengajak Ustadz Bangun Samudra pergi ke sebuah rumah. Setelah pintu diketuk, keluarlah seorang perempuan. “Kenalkan Mas, ini Mbah Darmi. Janda. Usianya 75 tahun”
“Lho, ini?”
“Iya Mas. Janda. Berapa kitab hadits sudah Mas baca sejak masuk Islam sampai hari ini?” Ustadz Bangun Samudra terdiam. Ia telah membaca 15 kitab hadits. Mulai Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan An Nasa’i hingga Hakim. “Siapa istri muda dari Rasulullah?”
“Aisyah”
“Sebelumnya?”
“Saudah”
“Usianya?”
“69 tahun”
“Status?”
“Janda”

Istri Ustadz Bangun Samudra tahu persis jika suaminya sudah tahu bahwa semua istri Nabi janda dan berusia tua ketika dinikahi beliau. Hanya Aisyah yang masih gadis. Dan semua pernikahan itu pun karena ibadah, dakwah dan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.


BACA JUGA: MasyaAllah! Ternyata Inilah Ibu Yang Ditarik Bayinya Ke Surga


Calon kedua yang hendak ditaarufkan kepada Ustadz Bangun Samudra juga seorang janda lanjut usia. Akhirnya keinginan poligami itu pun kandas oleh kata-kata pamungkas istrinya.

“Istri Rasul semuanya janda dan tua, Mas. Jadi kalau Mas mau mengikuti sunnah Rasul, aku rela Mas. Ini Mbah Darmi dan calon berikutnya Mbah To, usia 76 tahun.”

“Kalau begitu Mas menjalankan sunnah Rasul yang lainnya saja,” simpul Ustadz Bangun Samudra.

# ISTRI2 RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM #

Nama-nama Istri Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, usia mereka dinikahi, usia Rasulullah menikahi, statusnya, kondisinya, serta alasan Rasulullah menikahinya.

1. Nama : Khadijah ra
Status : 2 kali janda
Usia Dinikahi : 40 thn
Usia Rasulullah : 25 thn
Kondisinya : Pengusaha, keturunan bangsawan, punya 4 anak dari pernikahan sebelumnya, memiliki 6 anak dari Rasulullah ...
Alasan : Petunjuk Allah, karena dia adalah wanita pertama yang memeluk islam, dan mendukung dakwah Nabi.

2. Nama : Aisyah ra
Status : gadis
Usia dinikahi : 11 tahun (tetapi tinggal serumah dengan Nabi setelah usia 19 tahun)
Usia Rasulullah : 52 tahun
Kondisinya : Cantik, cerdas, putri
Abu Bakar Ash-Shiddiq ra.
Alasannya : Petunjuk Allah lewat mimpinya 3 malam berturut-turut bhw Rasulullah akan mengajarkan tentang kewanitaan kepada Aisyah, agar disampaikan kepada umatnya kelak. Aisyah ra banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah yang disampaikan pada umat.

3. Nama : Saudah binti Zum’ah ra
Status : janda
Usia dinikahi : 70 thn
Usia Rasulullah : 52 thn
Kondisi : Wanita kulit hitam, janda dari sahabat nabi yang menjadi perisai Nabi saat perang. Memiliki 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama.
Alasannya : Menjaga keimanan Saudah ra dari teror & gangguan kaum musyrikin.

BACA JUGA: Wahai Suami, Begini Caranya Mengembalikan Kecantikan Istri Seperti Saat Pertama Kenalan

4. Nama : Zainab Binti jahsyi ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 45 thn
Usia Rasulullah : 56 thn
Kondisi : Mantan isteri Zaid bin Haritsah ra.
Alasan : Perintah Allah bahwa pernikahan harus sekufu, Zainab adalah mantan istri anak angkatnya Rasulullah. Sekaligus mencontohkan bahwa anak angkat tidak bisa dijadikan anak kandung secara nasab (kebiasaan masyarakat saat itu). Maka istrinya tetap bukan mahrom untuk ayah angkatnya. Jadi boleh dinikahi.

5. Nama : Ummu Salamah ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 62 thn
Usia Rasulullah : 56 thn
Kondisi : Putri bibi Nabi, seorang janda yang pandai berpidato dan mengajar.
Alasan : Perintah Allah untuk membantu dakwah Rasulullah.

6. Nama : Ummu Habibah ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 47 thn
Usia Rasulullah : 57 tahun
Kondisi : Mantan istri Ubaidillah bin Jahsyi, cerai karena suaminya pindah agama jadi nashrani ...
Alasan : Untuk Menjaga Ummu Habibah dari pemurtadan.

7. Nama : Juwairiyyah bin Al-harits ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 65 thn
Usia Rasulullah : 57 tahun
Kondisi : Tawanan perang yang dinikahi oleh Rasulullah, tidak memiliki sanak saudara, dan memiliki 17 anak dari pernikahan yang pertama.
Alasan : Petunjuk Allah, memerdekakan budak, pembebasan dari tawanan perang dan menjaga ketauhidan.

8. Nama : Shafiyah binti Hayyi ra
Status : 2 kali janda
Usia dinikahi : 53 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Wanita muslimah dari kalangan yahudi bani nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya.
Alasan : Rasulullah menjaga keimanan shafiyyah dari boikot & teror orang yahudi.

9. Nama : Maimunah Binti al-harits ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 63 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza
Alasan : Istri Rasulullah dari kalangan yahudi bani kinanah. Menikah dengan Rasulullah adalah untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan bani nadhir ...

BACA JUGA: MasyaAllah.. Ternyata Ini Sifat yang Membuat Para Istri Tak Pernah Kecewakan Suami!

10. Nama : Zainab binti Khuzaimah ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 50 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang yang lemah di rumahnya. Mendapat gelar ibu para masakin.
Alasan : Petunjuk Allah untuk bersama2 menyantuni anak yatim dan orang lemah.

11. Nama : Mariyah Al-Qibtiyah ra
Status : Gadis
Usia dinikahi : 25 thn
Usia Rasulullah : 59 tahun
Kondisi : Budak hadiah dari raja Muqauqis dari Mesir.
Alasan : Menikahi untuk memerdekakannya dari perbudakan dan menjaga keimanan Mariyah ra.

12. Nama : Hafsah binti Umar ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 35 thn
Usia Rasulullah : 61 tahun
Kondisi : Putri sabahat Umar bin Khattab. Janda dari Khunais bin Huzafah yang meninggal karena perang uhud.
Alasan : Petunjuk Allah swt
Hikmah : Hafsah adalah wanita pertama yang hafal al Qur’an. Dinikahi oleh Rasulullah saw agar bisa menjaga keotentikan Al Qur'an dan mengajarkan pada muslimah.

Semoga jadi pedoman & pengetahuan kita bahwa poligami Rasulullah krn petunjuk Allah & bukan karena nafsu seperti fitnah kaum kuffar .....


Sumber pelangimuslim.com
Wednesday, 11 May 2016

Wahai Suami, Begini Caranya Mengembalikan Kecantikan Istri Seperti Saat Pertama Kenalan

Galery Informasi - Seorang suami mengadukan apa yang ia rasakan kepada seorang Syekh.
Dia berkata:
"Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam  pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini.


Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia.
Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya.
Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis dari pada istriku."
Syekh berkata: "Apakah kamu mau aku beritahu yang lebih dahsyat dari pada itu dan lebih pahit?"
Laki-laki penanya : "Iya, mau."
Syekh : "Sekalipun kamu mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini pasti anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada mereka semua."



Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar : "Kenapa tuan Syekh berkata demikian?"
Syekh : "Karena masalahnya terletak bukan pada istrimu. Tapi masalahnya adalah bila manusia diberi hati yang tamak, pandangan yang menyeleweng, dan kosong dari rasa malu kepada Allah, tidak akan ada yang bisa memenuhi pandangan matanya kecuali tanah kuburan.

Rasulullah bersabda:
"Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat".

Jadi, masalah yang kamu hadapi sebenarnya adalah kamu tidak menundukkan pananganmu dari apa yang diharamkan Allah.
Sekarang, apakah kamu menginginkan sesuatu yang akan mengembalikan kecantikan istrimu seperti pertama kali kamu mengenalnya? Ketika ia menjadi wanita tercantik di dunia ini?"
Laki-laki penanya : "Iya, mau sekali."
Syekh : "Tundukkan pandanganmu!!!"

Semoga Bermanfaat, Bagikan Yah :)


Sumber : pelangimuslim.com
Tuesday, 10 May 2016

Kisah Nyata Yang Sangat Mengharukan, Selamat Jalan Istriku Tercinta

Tiba-tiba HP ku berdering, setelah menjawab salam suara 
diseberang telepon tampak panik “Ayah.. bunda mimisan nich.” Hmm.. kumaklumi kepanikan istriku saat itu karena belum pernah dia mengalami mimisan seperti ini.

Sebuah Kisah Nyata Mengharukan: Selamat Jalan Istriku Tercinta


Memang cuaca di bulan Agustus 2007 siang itu begitu teriknya. Aku pikir ini akibat cuaca yang terik itu. Kemudian aku sarankan dia untuk segera ke dokter.

Beberapa hari kemudian istriku sakit pilek. Seperti biasanya kalau sakit ia hanya minum obat warung dan jarang sekali mau periksa ke dokter. “ oalah bunda…. ke dokter ajah kok takut,” ledekku, ku sorong pipi kenyalnya dengan ujung jari, ia merajuk bibirnya maju 2 centi, lucu melihatnya seperti itu.

Dua minggu berselang tapi pileknya belum juga hilang. Malah katanya ada yang terasa menyumbat di saluran hidungnya, rasanya tak nyaman dan susah bernafas. “Bun… besok kita ke Rumah Sakit ya! biar ayah ijin masuk siang,” rayuku agar ia mau ke Rumah sakit.

Keesokan harinya saya ajak ia ke RS. Bhakti Yudha Depok. Saat itu dokter THT bilang istriku alergi pada debu dan juga bulu-bulu binatang. Tapi sampai obatnya habis pileknya belum juga ada tanda-tanda kesembuhan.

Anehnya yang sering keluar lendir hanya hidung sebelah kiri saja. Bahkan istriku mulai susah bernafas melalui hidung, ia hanya bisa bernafas melalui mulut. Dan ketika saya membawanya periksa untuk kedua kalinya dokter menyarankan untuk rontgen. Namun dari hasil rontgen tidak terlihat adanya kelainan apapun di hidung istriku.

***
Tanggal 3 Nov 2007 ...

Aku mengajaknya periksa ke RS Proklamasi Jakarta, karena menurut informasi di sini peralatanya lebih lengkap. Ternyata benar, dengan alat penyedot dokter mengeluarkan lendir dari dalam hidung istriku. Senang rasanya melihat ia dapat bernafas dengan lega. “Alhamdulillah…..”

Beberapa hari kemudian sumbatan itu kembali muncul. “Duh..bunda!” Kontrol kedua ke RS. Proklamasi masih saja dokter belum bisa menyampaikan penyakit apa yang dialami istriku ini.

Dokter memasukkan kapas basah ke hidung istriku (ternyata itu adalah bius lokal), beberapa saat kemudian sebuah gunting kecil dimasukkan kedalam hidung dan.. “krek” potongan daging kecil diambil. Belakangan baru aku tau tindakan inilah yang dinamakan biopsi. Tak ada yang disampaikan kepada kami. Dokter menyarankan dilakukan CT Scan. Kemudian kami menuju ke RSCM untuk CT Scan.

Keesokan harinya hasil CT Scan aku bawa kembali ke Dokter RS Proklamasi. Setelah melihat hasil Scan, Dokterpun menyampaikan hasilnya dan juga hasil biopsi dari laboratorium.

“ini ibu positif,” kata dokter sambil menunjukkan foto CT Scan. Nampak ada sebuah massa diantara belakang hidung dan tenggorokan istriku. Cukup besar seukuran kepalan tangan. Aku masih belum mengerti maksud kata-kata nya dan memang sama sekali tak ada pikiran yang aneh aku coba bertanya, “maksudnya apa dok?”

“ibu positif kanker!”

Dek.. seolah detak jantungku berhenti “KANKER…Dok?” Tiba-tiba mataku jadi gelap, sebuah beban berat serasa menindih badanku. Aku diam dan tak bisa berkata apa-apa, lama aku terdiam.

“Kanker..?” tanyaku, tapi kalimat itu tak mampu terucap hanya bersarang di kepalaku. Sebuah penyakit yang selama ini hanya aku kenal lewat informasi dan berita-berita, kini penyakit itupun menghampiri orang terdekatku orang yang paling aku sayangi. Penyakit yang menakutkan itu menyerang istriku.

Kutatap wajah cantik istriku yang dibalut jilbab favoritnya, tenang.. teduh… tak ada ekspresi apa-apa aku makin bingung.
“duhh…bunda apa yang ada dalam fikiranmu bunda…”
“Sekarang bapak ke RSCM ke bagian Radiologi kita harus bertindak cepat,” tiba-tiba aku tersadar. Segera kuambil surat pengantar dokter dan menuju RSCM.

Sungguh tak pernah terpikirkan sedikitpun sebelumnya, kini kami berada dalam deretan orang-orang penderita kanker di ruang tunggu spesialis Radiologi ini. Aroma kecemasan bahkan keputus asaan tergambar di wajah mereka. Sebenarnya ini juga saya rasakan, tapi saya harus menyembunyikan raut ini di hadapan istriku. Aku harus tetap menyuguhkan energi penyemangat padanya.

Dihadapan dokter Radiologi aku bertanya, “sebenarnya istriku kena kanker apa dok?”

“kanker nasofaring.” jawab dokter singkat.

Ya Allah….kanker apa lagi ini? Istilahnya saja aneh bagiku. Kenapa harus istriku yang mengalaminya?

“Tapi Insya Allah masih bisa disembuhkan dengan pengobatan sinar radiasi dan kemoterapy,” dokter mencoba menangkap kegalauan diwajahku.

“Nanti ibu harus menjalani pengobatan radiasi selama 25 kali.”

Terbayang beratnya derita dan kelelahan yang harus dialami istriku. Belum lagi dengan kombinasi pengobatan kemoterapy yang melemahkan fisik.

Keluar dari ruang radiologi seolah semuanya jadi gelap, rasanya aku tak kuat menahan segala beban ini. Segera aku sms family dan teman-teman dekatku, aku kabarkan keadaan istriku dan kumintakan do’a dari mereka. Tak terasa bulir-bulir bening air mata bermunculan disudut mataku.

“Ayah kenapa? nangis yach..?” dengan polos pertanyaan itu keluar dari bibir istriku.

“iya, ayah sayaaang…. sama bunda,” suaraku gemetar.

Ku usap lembut kepala istriku. Ku tepis perlahan tangannya yang mencoba mengusap air mataku, ku gengggam kuat jari-jari lemahnya. Hatiku berbisik “kenapa tak ada kesedihan diwajahmu bunda? apakah bunda ga tau penyakit ini begitu berbahaya? Atau Allah telah memberitahukan ini semua kepadamu?”

“Bunda biasa ajah koq..” Jawabanya malah makin membuatku tak bisa bernafas, air mataku akhirnya jatuh juga.

Kususuri lorong-lorong RSCM dengan langkah lemas tak bertenaga seolah aku melayang, tulang-tulang terasa tak mampu menyangga badanku yang kecil ini.

Tanggal 5 Desember 2007 ...

Mulai hari itu istriku harus dirawat inap di RS. Proklamasi. Semua persiapanpun dilakukan mulai dari USG, Bond Scan dll. Hasilnya rahim masih bersih dan tulangpun normal artinya kankernya belum mejalar ke bagian lain, Alhamdulillah…sempat kuucap kata syukur itu.

Tanggal 8 Desember 2007 ...

Hari ke empat. Sore itu aku dipanggil ke ruang Dokter Sugiono yang akan melakukan Kemoterapy. Dikatakan bahwa kanker istriku stadium 2A dan Insya Allah masih bisa diobati. Istrikupun siap untuk menjalani pengobatan dengan kemoterapy. Kemudian kami minta ijin ke Dokter untuk diperbolehkan pulang sambil mempersiapkan segala sesuatunya.

Malam hari ketika kami di rumah, kami minta pendapat dari pihak keluarga tentang pengobatan yang akan kami lakukan. Dengan berbagai pertimbangan dan alasan pihak keluarga menyarankan agar kami tidak menempuh jalan kemo dan radiasi. Kami disarankan untuk menjalani pengobatan dengan cara alternatif dan pengobatan herbal.

Akhirnya sejak saat itu kami melakukan ikhtiar pegobatan dengan cara alternatif dan minum obat-obat herbal. Karena saat itu istriku sudah susah untuk menelan maka obat herbal yang diberikan tidak berupa kapsul, melainkan berupa rebusan. Setiap hari istriku harus minum ramuan dan rebusan obat-obat herbal yang baunya sangat menyengat. Tapi aku lihat ia dengan telaten dan sabar rutin minum semua obat-obatan itu.

Semangatnya untuk sembuh begitu besar. Doa pun tiada henti kupanjatkan siang dan malam. Dan malam-malamku selalu ku habiskan dengan tahajud dan hajat.

Aku mulai rajin mencari semua informasi yang berhubungan dengan kanker nasofaring, mulai dari makanan, cara pengobatan, bahkan alamat klinik pengobatan alternatif. Semua informasi aku cari melalui internet, koran dan dari rekan-rekan kerja.

Tiga bulan pengobatan, tapi Allah sepertinya belum memberi jalan kesembuhan dengan cara ini, akhirnya obat herbal aku tinggalkan. Bahkan pengobatan alternatif sudah aku tinggalkan sejak 1 bulan pertama karena aku ragu. Beberapa keluarga istri mulai putus asa. Malah ada yang beranggapan penyakit ini adalah kiriman dari orang. Tapi aku bantah semuanya,sempat ada pertentangan di antara kami. Aku yakinkan istriku bahwa ini adalah memang ujian dari Allah,

“Bun..semuanya atas kehendak Allah, bahkan jauh sebelum kita lahir sudah tertulis takdir ini, usia segini bunda sakit, berobat kesini-sini itu semua sudah ada dalam catatan Allah bun. Yang penting sekarang kita jangan lelah berihtiar dan bunda tetep harus semangat untuk sembuh.” Ia mengangguk perlahan.

Berat badan istriku mulai turun drastis karena tak ada asupan makanan, sebelum sakit beratnya 53 Kg kini tinggal 36 Kg. Kondisinya makin parah dan puncaknya ketika aku lihat mata kirinya sudah tak focus. Cara ia melihat seperti orang juling. Menurut Dokter herbal yang menangani istriku inilah rangkaian perjalanan kanker tersebut yang lama kelamaan akan menyerang otak. Dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit.

Tanggal 26 Maret 2008 ...

Akhirnya aku kembali membawanya ke Rumah Sakit. Kali ini aku membawanya ke RS. Husni Thamrin. Istriku ditangani oleh team yang terdiri Dokter THT, Dokter Internis dan Dokter spesialis ahli kemoterapy, Kebetulan Dokter Sugiono ahli kemoterapy yang dulu merawat istriku di RS. Proklamasi juga praktek di sini. Dan kini Dokter sugiyono kembali menangani istriku.

Sore itu Dokter memanggilku ke ruangannya. Dokter menjelaskan stadium kanker istriku sudah menjadi 4C, dan kankernya sudah mulai menggerogoti tulang tengkorak penyangga otak. Melihat hasil CT Scan nya aku merinding, terlihat jelas tulang-tulang tengkorak itu keropos layaknya daun termakan ulat. Aku ingin menjerit, “Ya Allah… begitu berat cobaan ini Kau timpakan pada kami”

“Ma’afkan ayah bun, ayah tak mampu menjaga bunda…!”

Yang lebih mengagetkan ketika dokter mengatakan, “kita hanya bisa memperlambat pertumbuhan kankernya bukan mengobati.” Seolah hitungan mundur kematian itu dimulai. Aku limbung dan hampir taksadarkan diri, sekuat tenaga aku mencoba untuk tetap tegar. Dengan dipapah adik aku keluar dari ruang dokter.

Segera aku menuju Mushola kuambil air wudhu dan kujalankan sholat. Entah sholat apa yang kujalankan ini.

“Aku ingin ketenangan aku butuh pertolonganMu ya Robb. Kutumpahkan segala permohonan ini dihadapanMu yaa Allah. Bisa saja dokter memfonis dengan analisanya, tapi Engkaulah yang maha kuasa atas segala sesuatunya. Engkau maha menggenggam semua takdir, sakit ini dariMu ya Allah dan padaMU juga aku mohon obat dan kesembuhannya.”

Segala ikhtiar dan do’a tiada lelah kulakukan tuk kesembuhan istriku. Malam-malamku kulalui dengan sujud panjang disamping bangsal rumah sakit. Kubenamkan wajahku diatas sajadah lebih dalam lagi, tiba-tiba aku merasa tak mimiliki kekuatan apapun, aku berada dalam kepasrahan dan penghambaan yang lemah.

“Robb…Engkau maha mengetahui, betapa segala ihtiar telah kami lakukan. Tiada menyerah kami melawan penyakit ini, kini aku serahkan segalanya padaMu, tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan kekuatannMu yaa…Robb, Tunjukkan pertolonganMu, beri kesembuhan pada istriku Ya..Allah.”

Saat itu istriku masih bisa bicara meski dengan suara kurang jelas. Karena tenggorokannya pun sudah menyempit tersumbat kanker, ia sangat kesulitan dalam bernafas. Untuk


mengantisipasi agar tidak tersumbat saluran nafasnya, dokter menyarankan agar dipasang ventilator dileher istriku. Akupun menyetujuinya meskipun aku tak tega, tapi ini resiko terkecil yang bisa diambil.

Istriku pasrah, dia minta aku menemaninya ke ruang operasi. Aku sangat mengerti ia sangat takut dengan peralatan medis di ruang operasi. Kemudian aku mendampinginya kedalam ruang operasi untuk pemasangan Ventilator. Aku melihat dengan jelas leher istriku disayat kemudian dimasukkan alat bantu pernafasan itu. “Sebenarnya aku tak tega melihatmu seperti ini bunda, tapi inilah yang terbaik untukmu saat ini.”

Selesai pemasangan ventilator bicaranya sudah tak bersuara lagi. Sejak saat itu praktis komunikasi kami hanya dengan isyarat atau terkadang istriku menulisnya pada lembar-lembar catatan kecil yang sengaja aku siapkan. Tentu saja hal ini terasa capek baginya. Namun sekali lagi ia terlihat tegar tak pernah aku mendengar ia mengeluh.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan akupun menyetujui untuk dilakukan kemoterapy terhadap istriku

Tanggal 6 April 2008 ...

Kira-kira jam 12 siang kemo tahap pertama dilakukan. Dengan perasaan tak menentu aku melihat dokter meracik obat dengan perlengkapan pengaman yang lengkap. Karena menurut dokter obat ini memang keras.

“Ya Allah beri kekuatan pada istriku…!” Beri kesembuhan melalui ihtiar obat ini ya Allah..!”

Sepanjang proses pengobatan tak hentinya kupanjatkan do’a dan dzikir dibantu dengan beberapa anggota keluarga.

Menurut Dokter kemo ini dilakukan dalam 3 sampai 5 tahap. Satu tahapan kemo memakan waktu 5 hari kemudian jeda 3 minggu untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Hari kedua setelah kemo kurang lebih jam 9 malam, istriku mulai merasa mual dan muntah. Hari ketiga jam 12 malam mulai keluar mimisan dengan darah hitam mengental. Hari ke empat jam 8 pagi ketika saya memandikan dan membersihkan mulutnya yang terus menerus mengeluarkan lendir, terdapat lendir bercampur darah hitam pekat dan mengental.

Menurut dokter ini adalah tanda kankernya sudah mulai hancur. Malam harinya istriku tidur sangat nyenyak dan tidak banyak batuk berdahak seperti hari-hari sebelumnya.

Alhamdulillah kemo tahap pertama selesai. Dokter bilang jika kondisi istriku membaik maka tiga hari lagi boleh pulang. Terlihat wajah cerah istriku ketika mendengar kabar ini. “nanti kalo pulang mau kemana bun.. ke Sawangan apa ke Kebayoran (rumah ibunya)?”

“ke Sawangan aja rumah kita sendiri,” jawabnya melalui secarik kertas. Namun ternyata dua hari kemudian ia mengalami diare yang hebat ini adalah efek samping dari obat kemo, sehingga kondisinya kembali lemas. Rencana pulangpun harus ditunda menunggu kondisinya membaik. Tetapi makin hari kondisi istriku makin drop. Hingga menjelang kemo tahap kedua malah albumin dalam darahnya menurun.

Selama dirawat istriku meminta agar saya sendiri yang memandikannya, bahkan aku juga yang membersihkan kotorannya. Semuanya saya kerjakan dengan telaten karena aku merasa sekarang saatnya untuk membalas semua kebaikan yang telah dilakukannya kepadaku selama ini. Ketika istriku sehat dialah yang selalu merawatku, menemaniku dan selalu menyiapkan semua kebutuhanku.

Selama hampir satu bulan di Rumah Sakit kami merasa menemukan keluarga baru. Keakraban terjalin antara kami dengan team dokter, dengan para suster bahkan juga dengan cleaning service yang tiap hari membersihkan kamar istriku. Saya merasa senang ketika suatu hari istriku dapat tertawa riang bercanda dengan para suster meski tawanya tanpa suara.

Minggu, 4 Mei 2008 ...

Kemo tahap ke 2 dilakukan. Sepertinya Allah benar-benar menguji kesabaranku. Ketika hendak dilakukan kemo, tabung infus 1000cc yang digunakan untuk campuran obat kemo ternyata tidak ada. Rumah sakit kehabisan stock, dan ini adalah sebuah kecorobohan yang mestinya tidak terjadi.

Karena tentunya pihak rumah sakit telah mengetahui jadwal pelaksaan kemo ini. Dokterpun marah. Kemudian Dokter menyarankan saya untuk segera membeli sendiri tabung infus di tempat lain. Tujuan saya adalah RSCM sebagai Rumah sakit terdekat, namun jika menuju RSCM menggunakan kendaraan akan memakan waktu lama karena jalannya memutar. Sayapun berlari ditengah terik matahari pukul 12 siang menuju RSCM. Namun disanapun tidak tersedia, kemudian saya berlari lagi menuju RS Sant Carolus, di sinipun nihil.

Begitu juga ketika saya ke Apotik melawai tak bisa mendapatkannya. Akhirnya saya mendapatkan tabung infus tersebut di Apotik Titimurni RS. Kramat. Akhirnya kemo tahap ke 2 pun dapat dilakukan.

Senin, 5 Mei 2008 ...

Hari ini Dinda anak kami yang kecil ulang tahun ke 4. Perhatian dan kecintaan istriku pada anaknya tak pernah berkurang. Dibatas ketidak berdayaannya dia menuliskan sesuatu, “Ayah jangan lupa beliin hadiah buat Dinda, ayah beliin jaket nanti bunda titip mukena, kasihan mukena dede sudah jelek. Bilang ke dede ini mukena dari bunda.”

Atas permintaan istriku siang itu sebagai tanda syukur kami memotong 2 buah kue ulang tahun yang salah satunya untuk dibagikan ke suster-suster yang jaga. Kemudian istriku minta dibantu turun dari tempat tidur, katanya ingin duduk bareng deket Dinda. Ia mencoba memberikan senyum bahagia pada Dinda dan menyembunyikan rasa sakitnya. Sementara Dinda nampak bahagia dipangku bundanya, mungkin ia mengira bundanya hanya sakit biasa saja. Lagu “selamat ulang tahun” yang kami nyanyikan terdengar getir di telingaku. Terasa pilu aku menatap mereka.

Selasa, 13 Mei 2008 ...

Biasanya jika istriku menginginkan sesuatu ia akan membangunkan saya dengan mengetuk besi tempat tidurnya. Namun malam itu saya merasa sangat ngantuk dan lelah, saya menulis pesan pada istriku, “bun..nanti kalo perlu apa-apa panggil suster aja ya! Ayah ngatuk dan cape, jangan bangunin ayah ya!” Dengan isyarat lemah ia mengiyakan permintaanku, ia mengusap tanganku kemudian menuliskan sesuatu “ayah tidur aja gapapa kok, bunda juga mau istirahat.”

Rabu, 14 Mei 2008 ...

Entah mengapa pagi ini aku sangat ingin merawatnya. Ketika ia kembali diserang diare berkali-kali yang sangat hebat aku sendiri yang membersihkan semuanya. Kemudian memandikannya dan mengganti pakaiannya. Pagi itu aku minta Lia anak sulung kami yang masih duduk di kelas 5 SD untuk menjaga bundanya, sebelum kemudian aku tinggal berangkat kerja.

Siang pukul 11 Lia menelpon “Ayah, bunda pingsan nafasnya cepet banget.” Aku kaget dan sangat khawatir. Selang 15 menit Lia sms “bunda sekarang ada di ruang ICU”. Astaghfirullah haladziim… apa yang terjadi pada istriku. Segera aku minta izin meninggalkan kantor. Di Rumah Sakit aku dapati Lia menangis sesegukan tak berhenti. “bunda yah… tolongin bunda yahh….!”

Kuhampiri istriku yang tergolek taksadarkan diri. Perawat memasang semua peralatan pada tubuh istriku, entah alat apa saja ini. Kuusap perlahan keningnya, dingin sekali. Tangan dan kakinyapun sangat dingin. Hingga menjelang maghrib aku tak beranjak dari sampingnya. Tak hentinya mulut ini memanjatkan doa. Sementara di luar ruang ICU sudah banyak kerabat berdatangan.

Tekanan darahnya sangat rendah dibawah 70. Dokter memberikan obat penguat tekanan darah dengan dosis tinggi. Tekanan darahnya sempat naik namun masih dikisaran 75-80, sangat rendah. Berkali-kali dokter menyuntikkan obat perangsang namun hasilnya tetap sama tak berubah. Dokter memanggilku, perasaanku gelisah tak menentu, campur aduk antara cemas, bimbang dan ketakutan yang amat sangat. Dugaanku benar Dokterpun menyerah.

Melihat kondisinya yang terus menurun ia menyarankan agar semua alat bantu dilepas saja. “maksudnya dok..?” aku menodong penjelasan. “secara medis kondisi ibu sudah tidak dapat ditolong lagi, lebih baik kita do’akan saja.” Aku benar-benar lemas mendengarnya seluruh badanku gemetar merinding “benarkah tak ada lagi harapan.” Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tak mau menyerah, aku meminta agar semua alat bantu itu tetap terpasang pada tubuh istriku, sambil menunggu keputusan team dokter besok pagi.

“Aku tak mau kehilanganmu bunda.” Ku pegang kuat jemarinya, “buka matamu bunda sebentar saja, ayah ingin menatap mata bening bunda untuk terakhir kalinya,” kubisikan lembut ditelinganya.

Pukul 22, aku disodori surat pernyataan, tak sempat aku baca, kata suster ini adalah Surat persetujuan untuk melepas semua alat bantu dari tubuh istriku. “Tak sanggup aku melakukan ini bun, aku ingin tetap menatap wajahmu, aku ingin tetap mendampingimu meski dalam ketidakberdayaanmu.”

Akhirnya adikku yang menandatanganinya. Aku tak ingin selalu dihinggapi rasa bersalah jika menandatangani surat itu. Kemudian semua alat bantu dilepas dari tubuh istriku, tinggal tersisa alat pendeteksi detak jantung.

“Bun…..inilah yang terbaik yang diberikan Allah buat kita, maafkan ayah bun ayah tak bisa menjaga bunda. Ayah ikhlas bunda pergi, ayah terima semua dengan ihklas bun.. Jangan khawatir bun, ayah akan menjaga dan merawat anak-anak kita,” kubisikan lirih ditelinga istriku.

Kutemui Lia yang menunggu diluar ruang ICU, kubelai rambutnya penuh sayang. Ia menangis keras sejadi-jadinya, mungkin ia paham apa yang kumaksudkan. “Bundaa….. Lia ga mau kehilangan bunda, jangan tinggalin lia bundaa..!!” Tangisnya memekik, merebut perhatian semua orang diruang tunggu ICU ini. Semua mata menatap kami tapi mereka diam seolah mahfum dengan keadaan kami.

Dalam setiap rangkaian doaku tak pernah aku mengucapkan kata-kata menyerah “kalo memang hendak Engkau ambil maka mudahkan,” tak pernah aku menyebut kata-kata itu. Aku selalu minta kesembuhan, kesembuhan karena aku memang menginginkan istriku benar-benar sembuh.

Sepertinya kini aku harus menyerah dan pasrah “Ya.. Robb jika memang Engkau menentukan jalan lain aku ikhlas ya Allah…., mudahkan jalan istriku untuk menghadapmu dengan khusnul khootimah.”

Menurut suster dalam kondisi seperti ini pasien masih bisa mendengar. Kubimbing istriku menyebut kalimat “LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH..” perlahan aku membimbingnya. Rasanya aku mengerti betul setiap helaan nafasnya, raga kami bagai menyatu. Kuulang hingga berkali-kali dengan helaan nafas yang terirama pelan. Dua bulir bening tersembul dari sudut matanya. Aku merasakan ia sanggup mengikuti kalimat ini, terimakasih ya Allah..!

Kamis, 15 Mei 2008 ...

Aku terbangun ketika tiba-tiba seorang suster memanggil “Keluarga ibu Siti Nurhayati..!” Aku bergegas masuk ke ruang ICU, jam menunjuk Pukul 05.05, masih pagi dengan hawa dingin yang menyusup tulang. “Ma’af pak, ibu sudah tidak ada.” ujar suster tadi singkat. Meski aku tau maksudnya tapi aku masih tak percaya. Kutengok layar monitor yang terhubung ketubuh istriku. Tak ada lagi yang bergerak disana.

Bagai tersambar petir, kudekap tubuh lemas istriku. Bibirnya menoreh segaris senyum. “INNA LILLAAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUUN.” Aku lunglai terduduk disampingnya tapi tak ada lagi air mata yang keluar. “Bun, Ayah ikhlas melepas bunda, Allah telah memilihkan jalan terbaik buat kita.”

Selamat Jalan Istriku…… jemput aku dan anak-anak nanti di pintu SurgaNya.

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...


Sumber muslimsatu